Aku tidak tahu untuk siapa bulir-bulir air mata ini berjatuhan. Setiap malam, setiap pagi, setiap kali aku sedang sendiri.
Seandainya memang mereka berjatuhan untuk kamu, aku harap kamu sesekali merasakan tetesannya. Aku tahu air mata sebanyak apapun tidak akan membuat kamu memalingkan wajah dan melihatku lalu bertanya ‘kenapa?’, tapi aku ingin kamu mengetahu sesuatu. Aku ingin kamu tahu bahwa selalu ada doa-doa yang diucapkan untukmu. Selalu ada tempat untuk kamu sekadar mengistirahatkan pikiran, dan mungkin selalu ada tempat untuk kamu bersandar. Meskipun aku tahu kamu tidak membutuhkan itu semua, tapi setidaknya semua itu ada saat sesekali kamu membutuhkannya.
Baik-baik ya. Jangan terlalu sibuk. Jangan terlalu lelah. Aku tidak mau matahari di wajahmu tenggelam.
Selamat malam.